Free downloads software, games and other files free for you

Free blog template

Metode keilmuan adalah rangkaian prosedur tertentu guna mendapatkan jawaban tertentu dari pernyataan tertentu pula untuk memperoleh pengetahuan. Kerangka dasar prosedur itu terdiri atas enam langkah:
• Menyadari adanya masalah dan merumuskan masalah; bermula dari pertanyaan. (Seperti, Mulai dari masalah, berawal dari pertanyaan, seperti; Mengapa langit biru? Mengapa segalala sesuatu jatuh ke tanah? Mengapa air laut asin? Mengapa mengangkat benda di air terasa lebih ringan?)
• Melakukan pengamatan dan mengumpulkan data yang relevan;
• Menyusun atau mengklasifikasi data;
• Merumuskan hipotesis;
• Mengembangkan deduksi dari hipotesis;
• Menguji kebenaran (verifikasi) hipotesis.(Ruhcitra).
Seseorang bertanya menandakan bahwa dia telah memiliki kebenaran atau pengetahuan sebelumnya. Bertanya menandakan dia tahu. Bertanya menandakan bahwa kemungkinan pengetahuan baru sedang dikembangkan.
Kemampuan seseorang dalam penguasaan ilmu adalah adalah melalui pengembangan kemampuan berpikir yang tidak terlepas dari empat prinsip di bawah ini.
• Berpikir itu adalah pengalaman
• Bahan berpikir bukanlah pikiran, tetapi tindakan, fakta, peristiwa, dan data. Dengan kata lain, untuk berpikir secara efektif seseorang pasti harus melakukan tindakan, memiliki fakta dan data, punya pengalaman yang akan menyediakan sumber daya kepadanya untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.
• Bahan pemikiran itu dapat berbentuk tindakan seperti pengalaman belajar dalam memperoleh keterampilan seperti membaca, mengeja, menulis, menggambar, menjelaskan; memperoleh informasi seperti melalui pelajaran sejarah dan geografi serta media masa, dan melatih berpikir untuk mengintegrasikan pengalaman dalam pikirannya.
• Berpikir itu berkorelasi dengan fakta, data, pengetahuan yang telah diperoleh, saran-saran, kesimpulan, prediksi, pengandaian, dan hasil pengamatan. Dengan proses situ mereka mendefinisikan, memperjelas, dan menemukan pertanyaan; dan memasok informasi agar dapat menyusun jawaban.
• Berpikir yang efektif itu jika dilakukan dengan rendah hati mengikuti teori yang bermartabat, dengan cara itu mereka dapat mengantisipasi dan memperoleh solusi tentang bagaimana yang seharusnya serta memahami mengapa kondisi yang mereka hadapi tidak seperti yang seharusnya.
Kecakapan seseorang dalam menguasai ilmu pengetahuan sebagaimana diungkapkan Djam,an Satori mengutif kaidah yang disusun oleh John Dewey meliputi lima tahap di bawah ini.
• Mengetahui (to know)
• Memahami (to understand)
• Menjelaskan (to explain)
• Memprediksi (to predict)
• Mengontrol(to control)
Kemampuan seseorang dalam menerapkan pikiran dalam meningkatkan pengusaan ilmu pengetahuan meliputi tahap berikut (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mensintesis (6) mengevaluasi. Aliran yang mengembangkan teori ini belakangan menambahkan satu kemampuan tertinggi yaitu berkreasi.
Pentahapan itu tidak selalu menunjukkan urutan berpikir manusia. Oleh karena itu sebagaimana yang diungkap Plato bahwa manusia tidak mempelajari apa pun, ia hanya mengingat pada hal yang sudah diketahui. Belajar adalah memastikan dapat mengubah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Dengan berbekal pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya manusia bertanya, dan mencari jawatan sehingga membangun pengetahuan baru.
Lembaga Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO mengembangkan empat pilar pendidikan (1) learning to know (2) learning to do (3) learning to live together (4) learning to be. Kempat pilar tersebut mensyaratkan bahwa pembelajaran merupakan bagian dari konsep membangun ilmu pengetahuan, meningkatkan keterampilan melakukan kegiatan meningkatkan kecerdasan sosial yang mendukung konsep bahwa belajar itu merupakan proses interaksi sosial dan pembelajaran adalah upaya untuk menjadikan siswa sebagai dirinya sendiri. Menjadi manusia yang berilmu dan bermartabat.
Strategi Pembelajaran
Mempelajari ilmu pengetahuan berawal dari masalah, dari pertanyaan, memahami teori, juga secara sistematis pembelajaran perlu memberikan pengalaman belajar kepada siswa dalam aktivitas berpikir dan membangun keterampilan. Validasi pengetahuan dapat dilakukan melalui model pembelajaran seperti di bawah ini;
• Merumuskan masalah tentang apa yang ingin diketahuinya.
• Melaksanakan observasi apa yang terjadi atau fenomena;
• Memprediksi apa yang bakal terjadi;
• Menguji prediki di bawah control, dan mendapat rangsangan untuk melakukan perbaikan jika melakukan kesalahan;
• Mengembangkan perhatian terhadap yang diobserasi;
• Menyusun jawaban atau membuktikan kebenaran prediksi
Secara sistematis belajar memerlukan informasi, fakta, data, pengetahuan yang telah diperoleh, saran-saran, kesimpulan, prediksi, pengandaian, dan hasil pengamatan sehingga belajar merupakan interaksi sosial dalam mengeksplorasi. (1) meningkatkan pemahaman masalah (2) pemahaman konsep, termasuk observasi, prediksi, menguji prediksi (3) melakukan eksplorasi, elaborasi informasi pemecahan masalah (4) meningkatkan ketertarikan siswa melalui menciptakan kreasi menerapkan konsep. (5) menyusun jawaban atas prediksi atau pertanyaan yang hendak diketahuinya. Pertanyaan yang hendak diketahuinya dalam rencana pembelajaran semestinya terdapat dalam tujuan belajar.
Pandangan seperti itu tentu sangat teoritis. Namun demikan sekema berpikir sistematis seperti itu hendaknya dipertimbangkan dalam memilih sejumlah indikator yang tertuang dalam rencana pembelajaran sehingga susunannya harus sistematis dan memenuhi kaidah pengembangan berpikir siswa.
Dengan demikian indikator pembelajaran sebaiknya dipertimbangkan dari sejumlah strategi mengembangkan pengalaman berpikir, bertindak dalam menyempurnakan ketrampilan serta mengembangkan perasaan dengan menggunakan asumsi bahwa belajar itu;
Mengembangkan pengetahuan dengan cara menjawab pertanyaan dasar apa yang sesungguhnya yang hendak siswa ketahui untuk menyempurnakan keterampilannya;
• Memahami masalah
• Memahami konsep teori untuk memacahkan masalah.
• Menetapkan prediksi apa yang bakal terjadi
• Menghimpun informasi, fakta, data, pengetahuan yang telah diperoleh, saran-saran, kesimpulan, prediksi, pengandaian, dan hasil pengamatan.
• Membangun kesepakatan jika hal itu memungkinkan.
• Membuktikan kebenaran prediksi
• Menyusun pengtahuan baru.
• Menerapkan pengetahuan secara berulang-ulang sehingga menjadi penguatan dalam melakukan perbaikan keterampilan dalam bentuk tindakan seperti membaca, mengeja, menulis, menggambar, menjelaskan; memperoleh informasi, menyebarkan informasi, dan melatih berpikir untuk mengintegrasikan dengan pengalaman melakukan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Memperhatikan semua kaidah yang diuraikan itu, maka guru perlu menyeleksi prinsip mana saja yang akan diterapkannya dalam kegiatan pembelajaran melalui pemilihan indikator pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan kebutuhan pengembangan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Berbagai metode keilmuan itu dapat guru gunakan sebagai landasan pemikiran untuk mengembangkan model-model pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan struktur indikator pembelajaran yang sejalan dengan berbagai kaidah keilmuan atau meramu dalam berbagai variasi yang paling mungkin dapat mendukung efektivitas siswa belajar. Berikut model persiapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
1. Merumuskan pertanyaan tentang masalah yang ingin siswa pelajari……(apa yang hendak siswa ketahui dalam pertemuan selama dua jam pelajaran)
2. Menghimpun informasi tentang masalah…… (Seperti : Mengapa itu terjadi? Bagaimana prosesnya? Apa dampaknya?) melalui kegiatan membaca, menulis, menggambar, menjelaskan, merumuskan informasi, menyebarkan informasi, dan melatih, bekerja sama.
3. Mengekplorasi informasi yang berkenaan dengan materi pelajaran….. ( teori, keterangan, fakta, data, pengetahuan yang telah diperoleh, saran-saran, kesimpulan, prediksi, pengandaian, dan hasil pengamatan. Dengan proses situ mereka mendefinisikan, memperjelas, dan menemukan pertanyaan; dan memasok informasi agar dapat menyusun jawaban)
4. Meyusun prediksi……..
5. Menunjukkan bukti-bukit bahwa ……..(dalam membuktikan kebenaran)
6. Menyajikan kesimpulan secara ringkas dalam bentuk…….
7. Mempublikasikan hasil belajar dalam kelas……….
Dari rumusan di atas, dapat diturunkan struktur tujuan pembelajaran sebagai berikut:
1. Siswa dapat merumuskan permasalahan yang akan dipelajarinya.
2. Siswa dapat menghimpun dua jenis teori yang berkaitan dengan poroses pemencahan masalah …….
3. Siswa dapat mengeksplorasi informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah….. (seperti:teori, keterangan, fakta, data, pengetahuan teman, saran-saran, kesimpulan, prediksi, pengandaian, atau hasil pengamatan) yang berkenaan dengan pemecahan masalah)
4. Siswa dapat merumuskan prediksi jika masalah terpecahkan……..
5. Siswa dapat memecahkan masalah dengan menggunakan informasi yang dihimpunnya
6. Siswa dapat merumuskan kesimpulan hasil belajar secara ringkas …….
7. Siswa dapat menyampaikan kesimpulan secara tertulis
Aktivitas belajar yang ditunjukkan dengan kata oprasional mengikuti kaidah metode ilmu pengetahuan, terukur, mengembangkan pengetahuan, sampai meningkatkan keterampilan, dan diakhiri dengan penampilan produk belajar.
Tinggal masalahnya adalah bagaimana guru terlatih mengelola kelas, merangsang siswa dengan berbagai peraga, menyediakan informasi yang cukup untuk dieksplorasi, menyediakan waktu yang efisien untuk mengelaborasi seluruh informasi dalam interaksi sosial dalam kelas dan menggunakan tatap muka, tugas mandiri terstruktur, dan tugas mandiri tidak terstruktur dalam sistem yang efektif.

1 Komentar untuk "Metode Keilmuan"

  1. UII Official Says:

    Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Leave a Reply